All premium Magento themes at magentothemesworld.com!
Sejarah Gedung Balai Kota Medan
# Sejarah Gedung Balai Kota Medan

Gedung balai kota Medan adalah sebuah gedung peninggalan Belanda yang awalnya dibangun pada tahun 1908 oleh Hulswit en Fermont Weltevreden, seorang arsitek yang berasal dari Belanda.
Elemen bangunan pada Gedung Balai Kota Lama menggunakan style kolonial dengan penggunaan tower di atap puncaknya yang dilengkapi dengan ornamen-ornamen kolonialnya.
Dilihat dari luar gedung saja, nuansa bangunan Eropa klasik terasa sangat kuat. Ditambah lagi dengan warna putih yang menghiasi seluruh bangunan membuatnya seperti berada di Eropa.

Pada zaman dahulu, gedung ini sering dimanfaatkan oleh pemerintah Belanda sebagai sebuah gedung pertemuan bagi para petinggi Belanda yang ada di Medan. Pada tahun 1942-1945 Jepang juga pernah mengambil alih bangunan ini, pada saat itu Jepang menjadikan bangunan ini sebagai gedung "Staf Pemerintahan Militer Pusat" atau dalam bahasa Jepang dikenal dengan "Gunseikanbu".

Setelah masa kemerdekaan, kepemilikan gedung ini menjadi sepenuhnya milik pemerintahan Indonesia, pada saat inilah gedung ini mulai digunakan sebagai titik nol kilometer kota Medan dan menjadi Balai Kota Medan. Tercatat ada dua belas walikota yang berkantor di gedung tersebut, mulai dari Luat Siregar (1945) hingga yang terakhir, H. Agus Salim Rangkuty (1990).

Gedung yang menjadi salah satu ikon kota Medan ini telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya (BCB) berdasarkan UU Cagar Budaya Nomor 10 Tahun 2010 dan Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 2 Tahun 2012.

Saat ini hak pengelolaan gedung indah ini diserahkan pemerintah kota Medan kepada Grand Aston Hotel.
Foto ini diambil pada tahun 2015 dari halaman gedung Bank Indonesia yang berada tepat disebelah gedung Balaikota Medan.

 

 

Foto 1913 : Wikipedia dan sumber lainnya
Foto 2015 : Dudy Fazriansyah / sendaljepit medan creative industriez

Medan, 2015-08-23